Masuk Islam, Narapidana ini pilih Masuk Pesantren Setelah Bebas

Berita Terbaru

Sindoberita – Ramadan 1440 Hijriah dimanfaatkan seorang narapidana di Lembaga Permasyarakatan Kelas III Banyuasin, Sumatera Selatan, untuk memeluk agama Islam. Ketut Paryanto Bin Wayan Santia memutuskan pindah keyakinan dan memeluk agama Islam karena sering melihat rekan-rekan satu kamarnya beribadah.

Paryanto mengucapkan kalimat syahadat setelah acara pembukaan Pesantren Kilat dan Program Tahfizh Lapas Banyuasin, Selasa (7/5/2019). Ustadz Sopian yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah Lapas Banyuasin yang memandu Paryanto mengucapkan kalimat syahadat.

“Setelah mengucapkan syahadat, saya sangat bahagia. Islam adalah agama yang membuat hati saya menjadi tenang,” kata Paryanto seperti diberitakan Antara.

rosesi tersebut turut disaksikan Kepala Lapas Banyuasin Reza Yudhistira Kurniawan dan ratusan rekan-rekannya sesama penghuni lapas. Ia pun memutuskan berganti nama menjadi Ahmad Ramadhan.

“Setelah ini, saya ingin lebih memperdalam agama Islam lagi, belajar Al-Quran. Saya juga berencana ingin masuk pesantren setelah bebas nanti,” kata dia.

Sementara Kepala Lapas Banyuasin Reza Yudhistira Kurniawan mengatakan keinginan Ketut Paryanto untuk berpindah agama merupakan keinginan sendiri atau tanpa paksaan.

Rata – Rata Narapidana bebas Terus Pindahkan ke Agama Islam Untuk Keyakinan masing – masing.

Setelah Ketut berstatus mualaf, Reza mengatakan lapas akan terus memberikan bimbingan mengenai agama Islam mulai dari tata cara wudhu, salat, hingga ibadah-ibadah yang lainnya.

Tidak hanya dari pemahaman agama, melainkan juga dari penyelesaian secara adminstrasi terkait perpindahan agama.

Dalam  QS At-Taubah ayat 100-103 disebutkan bahwa ke-Islam-an manusia itu ada tiga golongan.  Yang pertama adalah orang-orang yang terdahulu masuk Islam (yaitu kaum Muhajirin dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya (QS At-Taubah:100).

Kaum Muhajirin dan Anshar sedemikian dipuji Allah karena keteguhan mereka dalam memeluk Islam. Kaum Muhajirin adalah orang-orang Mekah yang telah memeluk Islam, lalu diperintahkan oleh Nabi untuk berhijrah ke Madinah. Sementara kaum Anshar  adalah kaum Muslim di Madinah yang rela memberikan tempat tinggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *