Soal Ancaman Amien Rais dan Prabowo, Panglima TNI Siap Hadapi

Berita Terbaru

SindoBerita – Amin Rais tidak percaya Mahkamah Konstitusi, maka dia ancam akan menurunkan massa ke jalan yang disebutnya People Power.

Karena tidak percaya akan netralitas Mahkamah Konstitusi, maka Amien Rais mengancam akan menyelesaikan kecurangan Pemilu dengan cara mereka sendiri.

Amien Rais bilang, “Kalau sampai (pemilu) ada kecurangan kita diam saja, kita menjadi orang yang rada pekok (agak bodoh)”.

Amien Rais pun memastikan akan mengerahkan massa untuk berkumpul di Monas setelah selesai Pilpres 2019 yang digelar 17 April mendatang jika ada banyak pemilih siluman atau ghost voters dan kecurangan yang masif di Pilpres kali ini.

“Jika DPT tidak efektif. Karena penuh dengan ghost voter. Insya Allah setelah Pemilu dan kita punya bukti ada kecurangan yang sistematik saya akan kerahkan massa untuk kumpul di Monas, menggunakan people power,” ancam Amien Rais.

Amien Rais bilang dia sudah tak percaya lagi dengan Mahkamah Konstitusi. Untuk mengadili kecurangan Pilpres 2019 tanpa keberpihakan kepada pihak pemerintah.

Bagi Amien Rais kecurangan Pemilu adalah bentuk penghinaan akal sehat manusia. Prabowo Subianto pun mengamini dan mendukung rencana Amien Rais mengerahkan People Power setelah Pemilu berlangsung.

Prabowo bilang bahwa rakyat memang harus bertindak jika ada kecurangan yang masif dalam pemilu 2019 ini.

“Kalau (mereka) macem-macem, pak Amien Rais mengatakan people power, kekuatan rakyat. Tinggal 20 juta rakyat duduk saja. Duduk aja gak usah ngapa-ngapain, tapi sebulan,” ujar Prabowo dengan sok pede dan sok yakinnya.

“Terlalu banyak nama hantu, orang gak jelas, ada berapa juta orang lahir di hari yang sama,” lanjut Prabowo dengan nyinyir.

Ancaman Amien Rais dan Prabowo Subianto itu kini ditanggapi oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto melalui pernyataan sikap TNI dalam menghadapi Pemilu.

Karena Mahkamah Konstitusional adalah institusi negara yang konstitusional, maka Panglima TNI menegaskan bahwa siapa saja yang berani coba-coba menggangu stabilitas politik jalannya demokrasi, mengganggu NKRI, maka akan berhadapan dengan TNI.

Begini pernyataan sikap tegas TNI yang siap menghadapi pihak-pihak yang akan turun ke jalan untuk mengamankan Pemilu.

Berikut ini saya salin ulang pernyataan sikap tegas Panglima TNI, atau bisa Anda tonton di

“Rekan-rekan TNI sekalian, saya Panglima TNI didampingi oleh para Kepala Staf Angkatan dan Komandan Pasukan Khusus TNI, menyatakan bahwa TNI dan jajaran siap mengamankan pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019.

Dan kami menekankan politik TNI adalah politik negara, TNI netral dalam pelaksanaan Pileg maupun Pilpres 2019.

Dan saya ingin memastikan bahwa jika ada pihak-pihak yang menggangu stabilitas politik jalannya demokrasi, mengganggu NKRI, mengganggu Pancasila, mengganggu Undang-undang Dasar 1945 dan mengganggu Bhineka Tunggal Ika, maka akan berhadapan dengan TNI.

Saya ulangi, akan berhadapan dengan TNI! Ingat, TNI adalah bentengnya NKRI. NKRI harga mati!

Terima kasih. Itu pernyataan dari saya. Mudah-mudahan seluruh bangsa Indonesia juga mengerti apa yang disampaikan oleh seluruh prajurit TNI.

Terima kasih.”

(Visited 22 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *